30 Jam di Atas Laut Jawa

Saya mengenal hijau. Pada hutan yang selalu memberi keberanian, pada rasa lega oleh siulan burung yang hinggap di dahan. Namun biru, saya tidak kenal. Bagaimana rupa terumbu karang dan ikan-ikan laut, yang bersama burung di udara diciptakan pada hari kelima, saya tak tahu.

***

Malam labuh. Pagi tumbuh. Pintu dorong besi menjadi pagar selasar Malioboro yang sepi. Sedikit orang lalu lalang pelan, dan tiga lainnya tergeletak tidur di selasar depan sebuah toko yang belum buka. Sepi. Suasana Malioboro yang bertolak belakang dengan waktu lainnya. Sementara gerimis tipis menambah kesenduan pertanyaan tentang, mengapa saya harus melakukan perjalanan ini? read more

Mengenal Gorontalo dengan Sepiring Ayam Bakar Iloni

Betapa mengerikan hidup tanpa makanan-makanan yang enak.” Soe Hok-gie.

Sebagai orang Jawa, pengalaman lidah saya atas gastronomi Nusantara begitu sedikit. Saya harus melampaui usia 39 tahun dulu baru bisa mengenal dan mengicip coto makassar di kota aslinya! Sungguh kasihan. Tidak tanggung-tanggung. Dalam lawatan (cailah, lawatan!) perdana ke Sulawesi Selatan, saya mendatangi Festival Ensiklopedia Pangan Olahan Sulselbar di Ford Rotterdam! Ya, namanya juga festival makanan, jelas saya makan! Ada olahan pisang barongko yang mirip dengan carang gesing di Jawa, bau peapi jepa yang bikin tambah nasi terus, dan kapurung yang membuat saya menyebut nama Tuhan yang jarang disebutkan. read more