Jatuh Cinta Pada Rumah W.R. Soepratman

Alangkah sederhanya mencintai negeri ini, hanya memandang segalanya dari dekat. Alangkah mudahnya mencintai para pahlawan negeri ini, hanya datang dan masuk ke rumah-rumah dan membaca kisahnya.

***

Ojek daring yang saya tumpangi masuk ke sebuah gang kecil dengan jalanan mortar cetak yang ramah, di tengah Kota Surabaya. Pak pengemudi hafal betul ketika harus belok kanan atau kiri. Sepertinya ia sudah pernah ke sini, mengantarkan penumpang lain. Di Surabaya yang terik, saya akan menceritakan kepada kau tentang rasa jatuh cinta untuk pertama kali kepada rumah ini dan segala yang ada di dalamnya. read more

Please follow and like us:

Salah Warna di Rumah Puri Gardenia

Memutuskan untuk meninggalkan zona nyaman bekerja kantoran di Jakarta untuk berdiri sendiri sebagai freelancer di Yogyakarta adalah salah satu keputusan terpenting dalam hidup saya. Terjadi pada tahun 2014. Memang, periode sebelum tahun itu, saya sudah beberapa kali mengerjakan proyek kecil bersama seorang rekan, tapi pada tahun 2014 itulah saya total mandiri di Yogyakarta.

Saya ingat perkataan Pak Yanto, rekan kontraktor kantor saya dahulu, “Satu tahun lagi deh, Mbak Widi. Biar pengalamannya semakin matang,” di suatu makan siang habis rapat. Saya berusaha paham maksud Pak Yanto, mungkin saya terlalu nekat. Periode itu pula, hubungan kerja antara saya yang mewakili konsultan desain dengan Pak Yanto sebagai kontraktor sedang rutin-rutinnya. Sangat baik. Mungkin beliau pikir, keputusan saya terlalu berani dan beliau belum ikhlas melepas seorang rekan project manager yang sangat punk ini. read more

Please follow and like us:

Sembuh Sekali Lagi di Gunung Gede

“Orang bilang ada kekuatan-kekuatan dahsyat yang tak terduga yang bisa timbul pada samudera, pada gunung berapi, dan pada pribadi yang tahu benar akan tujuan hidupnya.”

—Pramoedya Ananta Toer—

***

Ini hari Minggu. Mentari malu-malu menyibakkan malai-malai edelweiss yang bergerak menari, membentuk bayang-bayang di balik tenda. Suara orang berbincang sederhana di luar, berusaha mencari kehangatan dari kopi pagi hari. Di dalam kantung tidur, saya sekuat tenaga meluruskan kaki yang linu luar biasa. Meregangkan otot-otot yang sejak kemarin bekerja keras. Masih di Surya Kencana, di awal Juli. read more

Please follow and like us:

Bunga Senduro di Surya Kencana

Take nothing but picture.

Leave nothing but foot print.

Kill nothing but time.

-Baltimore Grotto Org.-

Kata orang, Surya Kencana dan Mandalawangi adalah rumah terakhir untuk senduro. Di Bromo, bunga itu sudah punah. Habis dimakan oleh tangan-tangan jahil manusia yang memetik dan menaruhnya di pot dan diletakkan pada sudut rumah. Ia juga pernah menjadi pengganti mawar sebagai lambang keabadian cinta. Rumahmu bukan rumahnya. Maka, jangan pernah memetik senduro. Biarkan ia mekar abadi di rumahnya sendiri, di Surya Kencana. read more

Please follow and like us: