Jatuh Cinta Pada Rumah W.R. Soepratman

Alangkah sederhanya mencintai negeri ini, hanya memandang semuanya dari dekat. Alangkah mudahnya mencintai para pahlawan negeri ini, hanya datang dan masuk ke rumah-rumah dan membaca kisahnya.

***

Ojek bold yang saya tumpangi masuk ke sebuah gang kecil dengan jalanan mortar cetak yang ramah, di tengah Kota Surabaya. Pak pengemudi hafal betul ketika harus belok kanan atau kiri. Sepertinya dia sudah pernah ke sini, mengantarkan penumpang lain. Di Surabaya yang terik, saya akan menceritakan kepada Anda tentang rasa jatuh cinta untuk pertama kali ke rumah ini dan segala yang ada di dalamnya. read more

Sembuh Sekali Lagi di Gunung Gede

“Orang bilang ada kekuatan-kekuatan dahsyat yang tak terduga yang bisa muncul di lautan, di gunung berapi, dan pada pribadi yang tahu benar akan tujuan hidupnya.”

—Pramoedya Ananta Toer—

***

Ini hari Minggu. Mentari malu-malu menyibakkan malai-malai edelweiss yang bergerak menari, membentuk bayang-bayang di belakang tenda. Suara orang berbincang sederhana di luar ruangan, berusaha mencari kehangatan dari kopi pagi hari. Di dalam kantung tidur, saya berbohong tentang tenaga berbaring di kaki yang luar biasa. Meregangkan otot-otot yang sejak kemarin bekerja keras. Masih di Surya Kencana, di awal Juli. read more

Bunga Senduro di Surya Kencana

Jangan mengambil apa pun selain gambar.

Jangan tinggalkan apa pun kecuali jejak kaki.

Jangan bunuh apa pun kecuali waktu.

-Organisasi Gua Baltimore-

Kata orang, Surya Kencana dan Mandalawangi adalah rumah terakhir untuk senduro. Di Bromo, bunga itu sudah punah. Kebiasaan dimakan oleh tangan-tangan jahil manusia yang memetik dan menaruhnya di pot dan diletakkan di sudut rumah. Ia juga pernah menjadi pengganti mawar sebagai lambang keabadian cinta. Rumahmu bukan rumahnya. Makanya, jangan pernah memetik senduro. Biarkan ia mekar abadi di rumahnya sendiri, di Surya Kencana. read more