Perjalanan Menuju Dunia Tanpa Oksigen di Wot Batu

Mengapa batu?

Karena sebuah peradaban berawal dari batu dan akan begitu pulalah ia akan berakhir.

***

Wot Batu, sebenarnya tidak masuk dalam rencana perjalanan Bandung kami—saya dan Bulan. Saya menemukannya di mesih pencari daring, ketika kami bingung hendak ke mana lagi setelah dari Tahura.

“Dekat kok. Enggak sampai 1km,” ucap saya kepada Bulan. Maka bergegaslah kami menuju Wot Batu dengan sepeda motor sewaan.

Ihwal cerita mengenai Wot Batu:

Ini adalah sebuah karya dari perjalanan spiritual Sunaryo sebagai seniman. Pada mulanya ia kumpulkan beberapa jenis material alam seperti batu, semen, minyak, dan lainnya. Sang seniman kemudian berpikir, manakah dari material-material tersebut yang mampu merepresentasikan perjalanan spiritualnya. Hingga akhirnya ia memilih batu. read more

Please follow and like us:

Di Tahura, Janganlah Kau Takut Untuk Berjalan Meski Sendirian

Don’t you know it’s alright to be alone? You can make it on your own. (Candy by Ash)

***

Ini adalah kali ketiga saya dan Bulan melakukan perjalanan. Setelah berhasil mendaki Rinjani dan dilanjutkan menyeberang ke Sumbawa dua tahun lalu, tahun berikutnya Bulan bertanya kepada saya, “Tahun ini kita mendaki ke mana, Wid?”

“Gue belum pernah ke Bromo sih,” jawab saya kemudian.

Alhasil, tahun lalu kami melakukan trip Bromo – Surabaya – Madura.

Tahun ini, sebenarnya saya tidak berencana untuk berpergian. Saya punya keinginan membeli laptop baru, untuk menunjang pekerjaan saya yang semakin berat. Saya pikir, menjadi gila untuk sementara waktu karena tak bepergian tidak akan menjadi masalah buat saya. Saya merasa mampu untuk menahan hasrat itu, pikir saya. read more

Please follow and like us: