Saya mengenal hijau. Pada hutan yang selalu memberi keberanian, pada rasa lega oleh siulan burung yang hinggap di dahan. Namun biru, saya tidak kenal. Bagaimana rupa terumbu karang dan ikan-ikan laut, yang bersama burung di udara diciptakan pada hari kelima, saya tak tahu.
***
Malam labuh. Pagi tumbuh. Pintu dorong besi menjadi pagar selasar Malioboro yang sepi. Sedikit orang lalu lalang pelan, dan tiga lainnya tergeletak tidur di selasar depan sebuah toko yang belum buka. Sepi. Suasana Malioboro yang bertolak belakang dengan waktu lainnya. Sementara gerimis tipis menambah kesenduan pertanyaan tentang, mengapa saya harus melakukan perjalanan ini?










